Selasa, 05 Maret 2013

Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) Manusia dan Keindahan



Keindahan adalah segala sesuatu yang mempesona manusia melalui panca indra maupun melalui perasaan atau felling. Keindahan sendiri menurut saya dikategorikan menjadi dua golongan yaitu: keindahan materi/fisik dan keindahan non materi/psikis. Keindahan materi adalah segala sesuatu yang mempesona manusia yang dapat ditangkap oleh panca indra manusia, meliputi keindahan alam, keindahan yang bersumber dari seni baik itu seni musik, rupa, tari, ukir, pahat, lukis dan sebagainya. Sedangkan keindahan non materi/psikis merupakan keindahan yang berasal dari akhlak, prilaku dan moral. Seperti kejujuran, kerendahan hati, ramah, dan lain-lain.
Untuk menciptakan manusia yang indah, saya memiliki program yang saya singkat dengan kata “APEL MERAH”. Yaitu:
“A”malakan dari hal yang dekat dan kecil. Makasudnya adalah kita harus memulai melakukan usaha untuk memperoleh dari hal-hal yang mudah dulu seperti di lingkungan rumah dan kampus kita membuang sampah pada tempatnya, senyum-salam-sapa saat bertemu dengan orang, tidak mencoret-coret falilitas publik. Dan lain sebagainya.
“P”raktikan sekarang. Kita tidak usah menunggu nanti-nanti segala perbuatan baik. Karena perbuatan baik itu seharusnya segera dilaksanakan, jika ditunda-tunda maka nanti ada kemungkinan nanti akan bentrok dengan hal yang lain ataupun semangat untuk berbuat baik kita luntur. Ini tidak boleh terjadi, maka ketika kita memiliki niatan baik, segera lakukan.
“E”fektif dan efisien. Dalam menggunakan sesuatu kita mesti efektif dan efisien. Seperti menggunakan waktu,ruang, dan tenaga. Kita tidak boleh membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak perlu. Kita juga harus menempatkan sesuatu secara efektif dan efisein, maksudnya jangan sembarangan meletakkan barang. Begitupun tenaga, tenaga harus diperuntukan untuk hal-hal yang bermanfaat. Berolahraga juga merupakan salah satu bentuk keindahan fisik dan non fisik yang sangat berguna.
“L”ihat lingkungan. Jangan buta terhadap lingkungan, jika ada sampah di sekitar lingkungan kita berada maka segeralah kita mengambil dan membuangnya pada tempatnya. Jika bertemu orang berlaku sopan santunlah, jika tahu teman sedang kesusahan bantulah sebisanya. Apabila ada hutan  yang gundul, canangkanlah reboisasi, jika ada lingkungan kumuh canangkalah program pemberantasan kemiskinan. Melihat lingkungan berarti kita bersiap untuk bergerak dan membuatnya lebih indah.
“M”enunjukkan diri yang baik. Bukan untuk di sombingkan, tetapi untuk dijadikan teladan untuk lingkungan adalah sangat boleh kita menunjukkan kebaikan. Tapi ingat menunjukkan dengan jalan yang baik jangan samapi menunjukkan kebaikan sehingga menjadi sebuah riya. Berpenampilan yang rapih tidak urak-urakan akan menyenangkan orang yang melihatnya, berakhlak baik juga akan menyenangkan hati orang di sekitarnya. Karena berpenampilan rapih dan berakhlak baik adalah bentuk keindahan fisik dan nonfisik.
“E”mpati terhadap sesama. Memang sulit untuk menumbuhkan rasa empati. Kita mesti belajar untuk berlaku empati. Dengan empati maka di dalam lingkungan itu akan terjadi sebuah hubungan yang baik, saling menolong, saling mengerti dengan toleransi yang tinggi sehingga perpecahan akan mudah untuk dihindari.
“R”amah. Ramah dalam bersikap akan membuat orang lain senang berada dii samping kita.
“A”gar tercipta keindahan, seimbangkan keindahan fisik dan non fisik. Keseimbangan ini sangat diperlukan, karena jika kita hanya mementingkan keindahan fisik maka keindahan itu bisa menghasilkan keindahan yang tak bermoral. Jadi antara keindahan fisik dan nonfisik harus seimbang dan selaras.
“H”ati. Hati merupakan segumpal daging yang apabila indah maka indahlah semua badannya, apa bila busuk maka busuklah semua badanya. Pusat keindahan yang sesuai akhlak dan moral adalah bersumber dari hati. Hati kita akan selalu condong kepada keindahan yang hakiki, maka janganlah membohongi hati kita.   

0 komentar:

Posting Komentar